Rabu, 31 Desember 2008

MANAJEMEN STRATEGI

Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.
Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.

Pranala luar
The Journal of Business Strategies
Strategic Planning Society
The Association of Internal Management Consultants

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Tata kelola perusahaan (bahasa Inggris: corporate governance) adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas.
Tata kelola perusahaan adalah suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang saham. Fokus utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut pandang pemangku kepentingan, yang menuntuk perhatian dan akuntabilitas lebih terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau lingkungan.
Perhatian terhadap praktik tata kelola perusahaan di perusahaan modern telah meningkat akhir-akhir ini, terutama sejak keruntuhan perusahaan-perusahaan besar AS seperti Enron Corporation dan Worldcom. Di Indonesia, perhatian pemerintah terhadap masalah ini diwujudkan dengan didirikannya Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) pada akhir tahun 2004.

MANAJEMEN RESIKO

Manajemen risiko


Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
Risiko Operasional
Risiko Hazard
Risiko Finansial
Risiko Strategik
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).
Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

Lihat pula
Tata kelola perusahaan

MANAJEMEN PROSES

Manajemen proses

Manajemen proses adalah rangkaian aktivitas perencanaan dan pengawasan kinerja suatu proses, terutama proses bisnis [1]. Manajemen proses mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan, peralatan, teknik, serta sistem untuk mendefinisikan, memvisualisasikan, mengukur, mengontrol, melaporkan, dan memperbaiki proses dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan atau laba. ISO 9001 mempromosikan pendekatan proses untuk mengelola suatu organisasi.

MANAJEMEN PROYEK

Manajemen proyek


Manajemen proyek adalah cara mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek.
Hal pertama yang harus dianggap sebagai manajemen proyek adalah bahwa proyek ini diantarkan dengan batasan yang ada. Hal kedua adalah kemungkinan terbaik distribusi sumber daya. Manajemen proyek adalah seni mengontrol baik hal selama proyek, dari sejak dimulai sampai selesai.

MANAJEMEN PROCUREMENT

Manajemen procurement
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar WikipediaMerapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifisasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Manajemen Procurement adalah manajemen pengadaan barang dan jasa. Artinya proses manajemen (pengelolaan) dalam usaha memperoleh barang atau jasa yang merupakan bagian dari mata rantai suatu sistem produksi tertentu.Misalnya dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah Indonesia memiliki regulasi yang disebut Keputusan Presiden (Keppres) nomor 80 tahun 2003. Dalam Keppres tersebut belanja pemerintah yang bertujuan mengadakan fasilitas barang dan jasa kebutuhan pemerintah dalam menyelenggarakan negara tunduk pada pengaturan tersebut. Misalnya belanja kebutuhan infrastruktur pemerintah yang tergolong dalam kebutuhan prasarana fisik konstruksi diselenggarakan oleh departemen Pekerjaan Umum dan departemen terkait lainnya berdasarkan tatacara yang diatur dalam Keppres 80/2003 tersebut. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah Amerika Serikat pun dalam mengatur kebutuhan pengadaan belanja barang dan jasa konstruksi memiliki semacam Procurement Regulation sendiri, demikian pula dengan Australia dan negara-negara Eropa.
Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_procurement"

MANAJEMEN PENGETAHUAN

Manajemen pengetahuan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Manajemen pengetahuan (Bahasa Inggris: knowledge management) adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Transfer pengetahuan (salah satu aspek dari manajemen pengetahuan) dalam berbagai bentuk, telah sejak lama dilakukan. Contohnya adalah melalui diskusi sepadan dalam kerja, magang, perpustakaan perusahaan, pelatihan profesional, dan program mentoring. Walaupun demikian sejak akhir abad ke-20, teknologi tambahan telah diterapkan untuk melakukan tugas ini, seperti basis pengetahuan, sistem pakar, dan repositori pengetahuan.
Daftar isi[sembunyikan]
1 Lihat pula
2 Bacaan lanjutan
2.1 Buku
2.2 Artikel
//

[sunting] Lihat pula
Modal intelektual
Pengetahuan

[sunting] Bacaan lanjutan

[sunting] Buku
Bhagat, P. M. (2005), Pattern Recognition in Industry, Elsevier, ISBN 0-08-044538-1.
Boisot, M. (1998), Knowledge Assets, Oxford, ISBN 0-19-829086-1.
Bontis, N. (2002), World Congress on Intellectual Capital Readings, Elsevier Butterworth-Heinemann , ISBN 0-7506-7475-X.
Callaghan, J. (2002), Inside Intranets & Extranets: Knowledge Management and the Struggle for Power, Palgrave Macmillan, ISBN 0-333-98743-8.
Choo, C. & Bontis, N. (2002), The Strategic Management of Intellectual Capital and Organizational Knowledge , Oxford University Press, ISBN 0-19-513866-X.
Clare, M. and Detore A. (2000), Knowledge Assets Professional's Guide to Valuation and Financial Management, Apsen Publishers, ISBN 0-15-607000-6.
Collison, C. & Parcell, G (2004), Learning to Fly - Practical Knowledge Management From Leading and Learning Organizations, Capstone Publishing, ISBN 1-84112-509-1
Cross, R. and Parker, A. (2004), The Hidden Power Of Social Networks, Harvard Business School Press, Boston, Mass, ISBN 1-59139-270-5.
Davenport, T. and Prusak, L. (1997), Working Knowledge, Harvard 1998, ISBN 0-87584-655-6.
Drucker P. F., D. Garvin, D. Leonard, S. Straus and J. S. Brown (1998), Harvard Business Review on Knowledge Management, HBS Press, ISBN 0-87584-881-8.
Edvinsson, L. and Malone, M. (1997), Intellectual Capital: Realising Your Company’s True Value by Finding its Hidden Brainpower. New York: HarperBusiness, ISBN 0-88730-841-4.
Dixon, N. M. (2000), Common Knowledge: How Companies Thrive by Sharing What They Know, Harvard Business School Press, Boston, MA, ISBN 0-87584-904-0.
Becerra-Fernandez, I., A. González and R. Sabherwal (2004), Knowledge Management: Challengers, Solutions and Technologies, ISBN 0-13-101606-7.
Garvin, D. A. (2000), Learning in Action: A Guide to Putting the Learning Organization to Work, Harvard Business School Press, Boston, MA, ISBN 1-57851-251-4.
Easterby-Smith, M. and M. A. Lyles (editors). (2003). The Blackwell Handbook of Organizational Learning and Knowledge Management, Oxford, Blackwell Publishing, ISBN 0-631-22672-9.
Malhotra, Y. (2000), Knowledge Management and Virtual Organizations, Idea Group Publishing, Hershey, PA, ISBN 1-878289-73-X.
Malhotra, Y. (2001), Knowledge Management and Business Model Innovation, Idea Group Publishing, Hershey, PA, ISBN 1-878289-98-5.
Nonaka, I. and Takeushi, H. (1995), The Knowledge-Creating Company, New York: Oxford University Press.
Frid, R. (2004), Frid Framework for Enterprise Knowledge Management: A Common KM Framework for the Government of Canada, IUniverse Publishing, ISBN 0-595-30699-3.
O'Dell, C. and C. J. Grayson Jr. (1998), If Only We Knew What We Know: The Transfer of Internal Knowledge and Best Practice, Free Press, New York, ISBN 0-684-84474-5.
Polanyi, M. (1967), The Tacit Dimension, Doubleday, Garden City, NY, ISBN 0-385-06988-X.
Rumizen, M. C. (2001), Complete Idiot's Guide to Knowledge Management, Alpha, ISBN 0-02-864177-9.
Schwartz, D, editor (2005), Encyclopedia of Knowledge Management, Idea Group Reference, ISBN 1-59140-574-2.
Stankosky, M., editor (2004), Creating the Discipline of Knowledge Management: The Latest in University Research, Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-7878-X
Sveiby, K. E. (1997), The New Organizational Wealth: Managing & Measuring Knowledge-Based Assets, Berrett-Koehler, ISBN 1-57675-014-0.
Suresh, J. K. and Mahesh, K. (2006), Ten Steps to Maturity in Knowledge Management: Lessons in Economy, Chandos, Oxford, UK, ISBN 1-84334-130-1.
Stewart, T. (1997) Intellectual Capital: The New Wealth of Organisations, New York: Doubleday, ISBN 0-385-48228-0.
Tiwana, A. (2002), The Knowledge Management Toolkit: Orchestrating IT, Strategy, and Knowledge Platforms (2nd Edition), Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall, 2002, ISBN 0-13-009224-X.
Wissensmanagement Forum (Hg.): An Illustrated Guide to Knowledge Management, Graz 2002, URL: http://www.wm-forum.org [1]

[sunting] Artikel
Bontis, N., Dragonetti, N., Jacobsen, K. and G. Roos. (1999) "The Knowledge Toolbox: A review of the tools available to measure and manage intangible resources", European Management Journal, 17, 4, 391-402.
Bontis, N. (1999). "Managing Organizational Knowledge by Diagnosing Intellectual Capital: Framing and advancing the state of the field", International Journal of Technology Management,18, 5/6/7/8, 433-462.
Bontis, N. (2002). "The rising star of the Chief Knowledge Officer", Ivey Business Journal, March/April, 20-25.
Hansen, M. R., N. Nohria and T. Tierney (1999). 'What's your strategy for managing knowledge?' Harvard Business Review (March-April).
Powell, J and Swart, J (2005) "This is what the fuss is about"- a systemic modeling for organizational knowing , Journal of Knowledge Management Vol . 9 no. 2 pp 45-58
Powell, J and Swart, J (2005) "Men and Measures" - capturing knowledge requirement in firms through qualitative system modeling, Journal of Operational Research.
Snowden, D J. "Complex Acts of Knowing: Paradox and Descriptive Self-Awareness." Journal of Knowledge Management, Special Issue 6, no. 2 (2002): 100-11.
Swart, J (2006) "Intellectual Capital" : Disentangling an enigmatic concept, Journal of Intellectual Capital Vol 7 No 2 pp 136-159 .
Wilson, T.D. (2002) "The nonsense of 'knowledge management'" Information Research, 8(1), paper no. 144 [2]
Bellenger, Gene (2002) "Emerging Perspectives", Systems Thinking Knowledge Management - Emerging Perspectives
Ekbia, H. and Hara, N. (2004) The Quality of Evidence in Knowledge Management Literature: the Guru Version. [3]
Knorr-Siedow, T. (2005) Knowledge management and enhanced policy application; in: Van Kempen, R. et alter: Restructuring large housing estates in Europe, Bristol, pp 321-341